Headlines News :
Home » » Pembantai Gujarat Diberi Ucapan Selamat dan Diundang Berkunjung ke Pakistan

Pembantai Gujarat Diberi Ucapan Selamat dan Diundang Berkunjung ke Pakistan

Written By catatan kesederhanaan on Jumat, 23 Mei 2014 | 20.17

Narendra-Modi-penjagal gujarat

Catatan Kesederhanaan-Antusiasme Rezim Raheel – Nawaz Atas Kemenangan ModiAdalah Pengkhianatan Terhadap Darah Kaum Muslim

Pemerintah Raheel – Nawaz bersegera memperpanjang undangan kunjungan bagi Modi, bahkan sebelum dia resmi menjabat Perdana Menteri. Kemarin sore, Nawaz Sharif menyebut Modi, sang pembantai dari Gujarat, mengucapkan selamat kepada dia dan menawarkan keinginan baiknya. Hizbut Tahrir bertanya kepada rezim Raheel – Nawaz, bagaimana mereka bisa mengucapkan selamat kepada orang yang mengawasi pembantaian terhadap ribuan Muslim dan pemerkosaan terhadap kaum perempuan Muslimah? Apakah rezim Raheel – Nawaz mewakili umat Hindu ekstremis sehingga mereka bersukacita atas kemenangan Modi, dan meninggalkan hal-hal lain yang lebih mendesak hanya untuk memanggil dia?
Kesenangan yang ditunjukkan oleh rezim Raheel – Nawaz memperlihatkan bahwa mereka tidak peduli terhadap rasa sakit, trauma dan derita yang dialami kaum Muslim. Mereka bahkan siap untuk menyambut seseorang yang juga basah kuyup dengan darah umat Islam yang tertindas, bukan hanya tangannya!
Adapun harapan rezim Raheel – Nawaz bahwa wilayah tersebut akan menikmati perdamaian dan stabilitas karena keberhasilan Modi, ini adalah impian gila. Keberhasilan BJP sekarang akan menghidupkan kembali rencana AS bagi wilayah itu, yang sempat terhenti selama pemerintahan Partai Kongres, yakni untuk membangun India sebagai kekuatan regional untuk dapat melawan meningkatnya kekuatan Cina. Memang, Modi sudah menyatakan untuk membuat abad ini sebagai “abad India,” dengan menghidupkan kembali sentimen Hindu untuk “India Raya” (Akhund Bharat).
Selama pemerintahan BJP sebelumnya, Amerika mengatur banyak konsesi besar dari Pakistan melalui agen-agennya, Nawaz Sharif dan kemudian Musharraf. Konsesi ini termasuk penarikan dari Kargil, larangan Mujahidin Kashmir, meninggalkan sikap bersejarah Pakistan atas pendudukan Kashmir, relokasi angkatan bersenjata dari perbatasan India ke perbatasan Afganistan dan membuka ekonomi Pakistan atas barang-barang India. Dengan begitu India dapat menjadi negara yang dominan di wilayah itu. Karena BJP kembali berkuasa, rezim Raheel – Nawaz mulai lebih jauh mengatur keamanan dan kepentingan ekonomi Pakistan untuk memenuhi visi Amerika bagi India.
Muslim Pakistan harus memobilisasi massa untuk memaksa para penguasanya meninggalkan proyek Amerika ini. Keunggulan India di wilayah ini hanya akan menjatuhkan Pakistan pada belas kasihan orang-orang musyrik Hindu. Kaum Muslim tidak bisa menerima situasi ini. Nenek moyang mereka tidak mengorbankan ratusan ribu nyawa untuk mendirikan Pakistan hanya untuk dicampakkan di bawah kaki Negara Hindu. Hizbut Tahrir menyeru kaum Muslim Pakistan dan angkatan bersenjatanya untuk mendirikan Khilafah di Pakistan, dan menjadi titik awal untuk menyatukan seluruh negeri Muslim dan rakyat di bawah kepemimpinan seorang Khalifah yang satu. Dengan begitu umat Islam bisa membebaskan semua orang di wilayah itu dari hukum orang-orang musyrik Hindu yang menindas. Allah SWT berfirman:
مَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِنْ خَيْرٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Orang-orang kafir dari Ahlul Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan sesuatu kebaikan dari Tuhan kalian turun kepada kalian. Allah menentukan siapa yang Dia kehendaki untuk diberirahmat-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar (QS al-Baqarah [2]:105)
Shahzad Shaikh
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Candra Hernawan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger