Headlines News :
Home » » 18 Peta Yang Menggambarkan Keamanan Laut di Asia

18 Peta Yang Menggambarkan Keamanan Laut di Asia

Written By catatan kesederhanaan on Rabu, 22 Juli 2015 | 20.04

Catatan Kesederhanaan - Peta merupakan sebuah alat yang sangat efektif untuk memahami kompleksitas maritim di Asia. Eksplorasi perdagangan, sumber daya alam, keanggotaan multilateral, isu teritorial dan maritim, dan keseimbangan militer di wilayah tersebut.
1. Peta Politik
political map
Wilayah Indo-Pasifik terdiri dari lebih dari 20 negara. Wilayah ini mencakup Rusia di Utara hingga Australia dan Selandia Baru di Selatan, dan dari India di Barat hingga Papua Nugini di Timur.
2. Populasi di Asia
population in asia
Asia adalah wilayah yang hidup dan dinamis dengan 4,3 miliar penduduk –  yang merupakan 60% dari populasi global. China adalah negara yang paling padat penduduknya di wilayah dengan 1,4 miliar orang. India diproyeksikan akan melampaui penduduk China dalam waktu sekitar 15 tahun, dan menjadi negara yang paling padat penduduknya di dunia dengan 1,5 miliar penduduk.
3. Rute perdagangan dan Selat
Trade Routes and Straits
Lebih dari setengah pelayaran komersial dunia melewati perairan wilayah Indo-Pasifik. Selat Malaka, khususnya, adalah salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Selat itu menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik dan membawa sekitar 25% dari semua barang-barang yang diperdagangkan. Selat itu juga membawa sekitar 25% dari semua minyak yang dibawa melalui laut. Pada titik tersempit  selat itu adalah bagian selatan Singapura, dan Selat Malaka hanyalah berukuran lebar 1,5 mil laut, dan membuatnya menjadi salah satu titik sumbat yang paling strategis dan paling penting di dunia.
4. Aliran Gas Alam Cair (LNG) Laut Cina Selatan
peta LNG di Laut Cina selatan
Sepertiga dari gas alam cair di dunia melewati Selat Malaka dan ke dalam wilayahh Laut Cina Selatan, dimana sebagian besarnya berasal dari Teluk Persia. LNG juga mengalir ke wilayah itu dari mulai Asia Tenggara dan Oseania. Banyak dari LNG yang diimpor dikirim ke Jepang dan Korea Selatan.
5. Sumber Daya Alam di Laut Cina Selatan
SDA di laut cina selatan
Laut Cina Selatan mengandung cadangan minyak yang telah terbukti dan kemungkinan cadangan yang signifikan, dan negara-negara di kawasan itu sangat ingin untuk mengeksplorasinya.  Sumber daya alam dalam jumlah besar terletak pada ZEE dari Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Laut China Timur juga tempat bagi ladang gas, tetapi seberapa besar cadangan itu masih belum diketahui.
6. Arus Perdagangan di Asia
trade flow asia
Selain merupakan jalan perlintasan untuk komoditas yang masuk, negara-negara maritim Asia juga memiliki hubungan dagang yang saling tergantung antara mereka sendiri. China dan ASEAN (Asia Tenggara), China dan Jepang, dan negara-negara Jepang dan ASEAN memiliki hubungan dagang yang kuat. Hubungan perdagangan China-ASEAN sangat kuat.
7. Keanggotaan TPP dan RCEP
tpp vs rcep
Saat ini ada dua perjanjian perdagangan bebas dalam proses negosiasi di Asia Timur. Saat ini, negosiasi antara mitra Trans Pacific Partnership termasuk Australia, Brunei, Kanada, Chile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Amerika Serikat, dan Vietnam. Mitra negosiasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional termasuk Australia, China, India, Jepang, Korea, Selandia Baru, dan semua negara anggota ASEAN. Kedua perjanjian itu, dan fakta bahwa beberapa negara (Australia, Selandia Baru, Brunei, Jepang, Malaysia dan Singapura) adalah merupakan pihak-pihak dari kedua perjanjian itu, yang menggambarkan saling ketergantungan ekonomi pada wilayah yang padat penduduk itu.
8. Keanggotaan multilateral

keanggotaan multilateral
Ada banyak forum-forum multilateral di kawasan ini, dan negara-negara Asia bervariasi secara substansial dalam partisipasi mereka dalam organisasi ini. China, Jepang, Korea Selatan, dan Australia adalah negara-negara yang paling partisipatif di wilayah ini dalam hal forum multinasional.
9. Konvensi PBB tentang Hukum Laut
konvensi pbb
Sebagian besar negara-negara di maritim Asia telah menandatangani dan meratifikasi Konvensi PBB tahun 1982 tentang Hukum Laut. UNCLOS mendefinisikan hak-hak dan tanggung jawab negara-negara terhadap lautan di dunia, dengan menetapkan pedoman penggunaan sumber daya alam, lingkungan, dan untuk urusan komersial. UNCLOS mulai berlaku pada tahun 1994. Amerika Serikat tidak menandatangani perjanjian tersebut, meskipun mereka mengikuti ketentuannya sebagai hukum internasional yang biasa berlaku.
10. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
ZEE di asia
Di bawah Konvensi PBB tahun 1982 tentang Hukum Laut, negara-negara  pantai dapat mengklaim “Zona Ekonomi Eksklusif: hingga 200 mil laut. Negara-negara itu memiliki hak tunggal untuk mengekplorasi sumber daya alam di dalam wilayah ZEE mereka sendiri, tetapi juga harus memungkinkan perlintasan damai melalui zona ini sesuai dengan kesepakatan UNCLOS. Jika setiap negara maritim Asia mengklaim penuh 200 nm ZEE yang berhak diklaimnua, banyak dari klaim itu akan tumpang tindih. Laut Cina Selatan adalah tempat bagi beberapa perselisihan ZEE yang sedang berlangsung antara negara-negara tetangga. Lebih jauh ke utara, Jepang, China, dan Korea Selatan juga memiliki klaim ZEE yang tumpang tindih.
11. Kehadiran teritorial
Territorial Presence asia
Namun, fakta bahwa suatu negara mengklaim wilayah tertentu tidak berarti bahwa dia bisa mengendalikan wilayah itu. Beberapa negara memiliki kontrol fisik atas banyak pulau yang mereka klaim, sementara yang lainnya tidak. Lima negara yang berbeda mengontrol beberapa wilayah tanah di Kepulauan Spratly, sementara hanya satu negara yang mengontrol Kepulauan Kuril, Liancourt Rocks, Kepulauan Senkaku, dan Kepulauan Paracel.
12. Nine-Dash Line
The Nine-Dash Line
Salah satu klaim unik adalah klaim China atas Nine-Dash Line, yang menggambarkan klaim Beijing di Laut Cina Selatan. Peta awalnya wilayah itu berisi 11 dash (strip) dan dikeluarkan oleh pemerintah China Nasionalis pada tahun 1947. Pemerintah Komunis mengadopsinya ketika mengambil alih kekuasaan pada tahun 1949, dan kemudian melepaskan dua strip untuk memungkinkan China dan Vietnam menyelesaikan klaim mereka di Teluk Tonkin. Jalur Nine-Dash meliputi banyak wilayah Laut Cina Selatan, namun Beijing belum mengklarifikasi apakah mereka membuat klaim teritorial atas fitur tanah dalam strip itu atau apakah menyatakan hak maritim juga. Pada tahun 2014, Beijing merilis peta baru yang menampilkan 10 strip tambahan di sebelah timur Taiwan. Karena mereka mendahului UNCLOS beberapa dekade, Nine-Dash Line tidak terkait dengan klaim ZEE.
13. Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ)
ADIZ

Beberapa negara maritim di Asia telah menyatakan Zona Identifikasi Pertahanan Udara. Negara-negara itu termasuk India, China, Jepang, Rusia, Korea Selatan, Korea Utara, dan Taiwan. Sebuah ADIZ merupakan daerah yang teridentifikasi dari wilayah udara yang meliputi luar batas wilayah nasional di mana pesawat sipil diharuskan untuk mengidentifikasi diri mereka dan pesawat itu dapat dicegat untuk keamanan nasional suatu negara itu. Tidak ada perjanjian internasional atau hukum yang mengatur penggunaan ADIZ: itu adalah zona yang dibangun oleh masing-masing negara untuk keselamatan dan keamanan mereka sendiri. Amerika Serikat pertama kali membangun ADIS tidak lama setelah Perang Dunia II. Meskipun ADIZ secara umum meningkatkan transparansi dan mengurangi resiko kecelakaan, beberapa negara di Asia Timur memiliki ADIZ yang tumpang tindih. ADIZ wilayah timur Laut Cina Selatan, yang didklarasikan pada 2013, juga termasuk dua potong wilayah sengketa. Menurut Konvensi Penerbangan Sipil Internasional, negara-negara memiliki kedaulatan atas wilayah udara di atas wilayah mereka, termasuk wilayah perairan. Namun Zona Identifikasi Pertahanan Udara tidak memberikan hak berdaulat apapun. Karena mereka menganggapnya sebagai hal yang tidak sah, Amerika Serikat dan Jepang tidak mematuhi prosedur ADIZ yang dinyatakan China.
14. Maritim Hotspot
Maritim Hotspot

Dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi beberapa insiden antar negara, tabrakan kendaraan, bentrokan bersenjata, pertemuan kekuatan militer secara tidak sengaja dan kebuntuan- di wilayah maritim Asia. Insiden-insiden ini telah terjadi di sekitar Kepulauan Spratly, Kepulauan Paracel dan Scarborough Shoal di Laut China Selatan, Kepulauan Senkaku di Laut China Timur, dan Jalur Batas Utara di Laut Kuning. Hotspot lainnya termasuk Kepulauan Kuril di Pasifik Utara, dan Rocks Liancourt di Laut Jepang. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa peristiwa-peristiwa itu bisa menjadi tempat kecelakaan serius atau flashpoint potensi eskalasi di masa depan.
15. Militer Asia dan Anggaran Angkatan Laut
Asian Military Budgets

Militer Asia juga bervariasi secara signifikan dalam hal pengeluaran persentase anggaran dari PDB. Menurut metrik ini, Rusia dan Myanmar adalah pemboros terbesar di wilayah ini, dengan menghabiskan antara empat hingga lima persen dari PDB untuk pertahanan. Disusul oleh China, Vietnam, dan Korea Selatan, yang menghabiskan antara tiga hingga empat persen. Jepang, Filipina, Australia, dan Malaysia menghabiskan hanya satu sampai dua persen dari PDB untuk militer mereka, sementara sebagian besar dari negara Asia Tenggara menghabiskan kurang dari satu persen.
16. Personil Militer Asia
Asian Military Personnel

Kekuatan militer dari negara-negara di maritim Asia bervariasi secara signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh perbedaan yang signifikan dalam jumlah personil tentara, angkatan laut, dan angkatan udara. China, India, dan Korea Utara masing-masing memiliki lebih dari 1 juta pasukan darat, dan Rusia memiliki hampir sejumlah itu di front timurnya saja. China juga memiliki angka tertinggi angkatan udara dan personil angkatan lautnya. Sebaliknya, Brunei memiliki angka terendah angkatan bersenjata dengan kurang dari 5.000 pasukan darat dan sekitar 1.000 personil angkatan laut dan angkatan udara.
17. Personil Militer Amerika Serikat di Asia Timur
US Military Personnel in East Asia

Militer AS telah lama mempertahankan kedudukan yang signifikan dan eksistensinya di Indo-Pasifik dan mempertahankan aset tanah, udara, angkatan laut, di banyak negara Asia. Kehadiran pasukannya yang paling signifikan adalah di Korea Selatan dan Jepang. AS baru-baru ini juga memiliki kehadiran militer dengan melakukan rotasi dengan beberapa mitra Pasifik, termasuk Filipina dan Australia. Aset dan personil AS dikerahkan di Hawaii, Alaska, dan Guam, yang juga ditujukan untuk keselamatan dan keamanan wilayah itu.
18. Perdagangan dan Sumber Daya Alam di Samudera Hindia
Trade and Resources in the Indian Ocean

Wilayah Samudera Hindia bukanlah tempat dengan sengketa teritorial atau maritim yang banyak, tetapi tetap tidak dapat dipisahkan dari aset dan kepentingan Pasifik. Delapan puluh persen dari impor minyak Jepang dan 39 persen impor minyak China melewati Samudera Hindia dari Timur Tengah.  Perusahaan-perusahaan China juga memiliki miliaran dolar investasi di Afrika Timur, yang terkonsentrasi terutama pada minyak dan gas, kereta api dan jalan, dan sektor-sektor pertambangan lainnya.
Sumber: amti.csis.org
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Candra Hernawan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger